Saturday, January 24, 2015

Penampilan Menawan Grenjengan Kembar Di Musim Penghujan



Masalah klasik sebagian besar orang Indonesia manakala musim hujan telah tiba adalah jadi malas berpergian kemana-mana. Apalagi bagi para pecinta wisata alam, membayangkan hujan yang turun sepanjang hari saja sudah bikin hilang selera berpetualang. Kalaupun nekat, paling nanti saat pulang mendapatkan bonus badan meriang. Malas banget, ndak sih? Err, saya sebenarnya juga memiliki masalah yang sama namun bukan berarti tiap musim hujan datang, saya cuma duduk manis di rumah. Biasanya, saya alihkan tujuan wisata saya menjadi ke wisata budaya, sejarah ataupun kuliner. Bagaimana dengan obyek wisata alam? Jangan salah, ada obyek wisata alam yang menurut saya justru terlihat lebih menawan kala musim hujan tiba. Yap! Air terjun selalu jadi obyek wisata alam favorit saya di musim penghujan!

Thursday, January 1, 2015

Dimanjakan Senja Di Waduk Gajah Mungkur



Pukul lima sore mobil keluarga kami membelah jalanan di Kabupaten Wonogiri. Papa saya menyetir dengan lebih cepat mengingat hari sudah mendekati petang. Tujuan kami kali ini adalah menuju Waduk Gajah Mungkur, waduk terbesar di Jawa Tengah. Sejujurnya, kami nyaris saja membatalkan rencana mengunjungi tempat tersebut dikarenakan urusan kedua orang tua saya yang menyita banyak waktu seharian tadi. Akan tetapi mengingat kami sudah sampai sejauh itu, akhirnya kami semua nekat mengunjungi Waduk Gajah Mungkur dengan waktu yang begitu terbatas.

Sunday, December 28, 2014

Berkelana Di Dua Museum Jogja



Bus Sugeng Rahayu melesat cepat meninggalkan Terminal Tirtonadi pagi itu. Membawa saya, Mbak Vica dan Meykke menuju ke Yogyakarta dalam rencana petualangan satu harian kami disana pada 24 Desember 2014 yang lalu. Awalnya, kami hendak menggunakan kereta Prameks untuk menuju kesana. Namun, karena takut kehabisan tiket karena kepergian kami bersamaan dengan musim liburan panjang maka kami lebih memilih bus agar lebih nyaman dan menghemat waktu. Sayang, kami salah perkiraan. Ketika sudah terlanjur naik bus yang penuh sesak, kami dihadapkan pada fenomena jalanan khas musim liburan dimana kondisi jalan terasa begitu padat.

Tuesday, November 11, 2014

Menanti Ajal Sang Brown Canyon



Akhir-akhir ini, ada sebuah tempat yang menjadi semacam primadona bagi kalangan warga Kota Semarang - terutama para kawula mudanya. Tempat tersebut bisa dibilang cukup ekstrem mengingat sebenarnya adalah sebuah lokasi penambangan pasir dan tanah. Entah siapa yang pertama kali mengabarkan atau mempromosikan, namun tak berapa lama semakin banyak orang yang tertarik mengunjungi tempat itu. Nama "Brown Canyon" pun meruak di udara, media sosial dan mulut ke mulut. Saya juga kurang paham siapa yang pertama kali mencetuskan namanya, namun kalau soal alasan, mungkin karena sepintas lokasi penambangan tadi terlihat bagaikan Grand Canyon di Amerika Serikat. 

Tuesday, October 21, 2014

Cerita Bersama Tetangga Part XIII - Bertemu Para Monyet Di Goa Kreo

Pagar bermotif monyet

Cerita lain dari petualangan saya bersama tetangga. Kali ini cuma ditemani oleh Mbak Reza yang kebetulan tengah pulang sejenak ke Kota Salatiga. Beberapa hari menjelang kepulangannya kembali ke tanah rantau, ia mengajak saya untuk kabur sebentar dari lingkungan kampung kami yang begitu-begitu saja. Ah, beginilah cara kami jalan-jalan. Mayoritas dilakukan secara dadakan, dan selalu sukses membuat kami pening memikirkan hendak kemana dalam waktu yang sesingkat itu. Untungnya saya masih punya daftar beberapa tempat wisata yang terhitung dekat dari Salatiga, dan akhirnya saya mengajak Mbak Reza untuk bertemu para monyet ekor panjang di Goa Kreo. 

Monday, October 13, 2014

Tiga Makanan Lokal Lombok Yang Membuat Saya Rindu



"Apa yang paling bikin kamu terkesan dan rindu sama Lombok?"

Pertanyaan itu dilontarkan salah satu sahabat dari jaman SMA melalui bbm setelah dia tahu kalau saya baru saja berkunjung kesana. Tanpa berpikir lama, saya langsung menjawab dengan mantap: makanan daerahnya! Sumpah, terlepas dari kekayaan alamnya, Pulau Lombok ternyata juga kaya akan makanan daerah yang enak-enak. Walaupun harga satu porsinya mirip harga makanan di Jakarta, tapi worth to buy and try banget. Selama perjalanan Lombok Hula Trip kemarin, saya dan Uul berhasil mencoba sedikit makanan lokal yang ada disana. Semuanya bikin rindu!

Tuesday, September 30, 2014

Lombok Hula Trip Day 3 - Kalap Di Cakranegara Dan Kunjungan Tak Terduga Ke Rembitan



Pagi itu rasanya berat sekali. Walaupun sudah selesai mandi dan beberes, namun kenyamanan kamar hotel yang saya tempati membuat saya malas beranjak kemana-mana. Semakin malas setelah menyadari kalau hari itu adalah hari terakhir jalan-jalan kami di Pulau Lombok. Waktu terasa cepat sekali berjalan kalau kita tengah bersenang-senang. Untung saja ada Uul, teman yang terus mengingatkan kalau ada tempat lagi yang harus kami kunjungi sebelum pulang ke Pulau Jawa.